Siapakah yang pertama kali menciptakan Sistem Operasi Linux

Siapakah yang pertama kali menciptakan Sistem Operasi Linux

Siapakah yang pertama kali menciptakan Sistem Operasi Linux – Linux adalah sistem operasi open source yang gratis untuk digunakan dan didistribusikan di bawah lisensi GNU (Gnu Not Unix). Pengguna dapat menginstal di komputer mereka atau menyebarluaskannya tanpa harus membayar. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan dan pengiriman program. Linux merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai jenis perangkat jaringan komputer, mulai dari intel x86 hingga RISC. Lisensi GNU juga memberikan akses ke kode sumber program.

Anda diizinkan untuk meng-copy sebanyak yang Anda inginkan, atau bahkan mengubah kode sumbernya, semuanya legal di bawah lisensi. Anda diberikan kebebasan untuk melakukan apa saja dengan program ini.

Siapakah yang pertama kali menciptakan Sistem Operasi Linux?

Yang pertama kali menciptakan sistem operasi linux adalah Linus Benedict Torvalds, lahir pada tanggal 28 Desember 1969, adalah pencipta dari sistem operasi Linux pertama. Dia adalah seorang pengembang perangkat lunak dari Finlandia yang dikenal sebagai pelopor dalam pengembangan kernel Linux.

Linux diciptakan dengan inspirasi dari Minix, sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum. Tujuan utama dari Linux adalah untuk mengembangkan sebuah sistem operasi yang mirip dengan Unix yang dapat dijalankan pada komputer pribadi.

Untuk saat ini, Linux dapat dijalankan pada berbagai jenis komputer, termasuk komputer pribadi, server, dan lainnya. Saya sendiri menggunakan Linux Fedora di laptop saya, karena gratis, stabil, dan dapat berjalan pada laptop yang sudah lama.

Read me :   Linux Untuk Pemula 10 Perintah Dasar yang Wajib Diketahui

Sejarah Terciptanya Linux

Linus Torvalds, seorang mahasiswa jurusan ilmu komputer di Universitas Helsinki, merupakan pencipta dari Linux. Ia memulai proyek Linux pada 25 Agustus 1991 sebagai hobi. Pada saat itu ia mengumumkan sistem operasi yang dibuatnya ini di newsgroup comp.os.minix.

Sistem operasi Linux merupakan keluarga OS mirip Unix bebas dan sumber terbuka (open source) yang di dasarkan pada kernel Linux, yaitu sebuah kernel sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Torvalds pada tahun 1991.

Linux dirilis di bawah Lisensi Publik Umum GNU versi 2. Pada awalnya, Linux dikembangkan untuk digunakan pada komputer pribadi dengan arsitektur intel x86. Namun, seiring waktu, Linux telah di-port ke berbagai jenis arsitektur, lebih banyak daripada sistem operasi lainnya.

Sejak pertengahan tahun 1990-an hingga 2000-an, Linux menjadi sistem operasi yang mendominasi di pasar server, cloud, dan supercomputer. Pada tahun 2017, Linux menjadi sistem operasi yang digunakan dalam daftar super komputer teratas (Top 500).

Selain itu, Linux juga mendominasi pasar ponsel melalui sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google. Android adalah sistem operasi yang juga dikembangkan dari Linux.

Jenis-jenis Distro Linux

Distro Linux adalah berbagai variasi dari Linux yang dibangun berdasarkan kernel Linux. Setiap distro Linux biasanya memiliki tampilan yang berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik masing-masing distro. Saat ini terdapat banyak sekali distribusi Linux, kebanyakan dari distro ini adalah turunan dari distro Linux yang sudah cukup lama berkembang dan paling populer.

Read me :   Tipe File yang Digunakan Oleh Linux Secara Umum

Jenis-jenis Distro Linux sebagai berikut:

  • Debian GNU/Linux (Ubuntu, Kali Linux, Linux Mint)
  • Red Hat Enterprise Linux (Fedora, CentOS, Mandriva Linux)
  • Slacware Linux (SUSE Linux, Slax).

Selain daftar diatas, masih ada banyak sekali distro Linux lainnya yang sangat populer dikalangan pengguna Linux, seperti:

  • Manjaro
  • PopOS
  • Arch Linux
  • Parrot OS

Mengapa harus Linux?

mengapa harus memakai sistem operasi Linux? Jawabannya sederhana, Linux dapat digunakan secara gratis, stabil, didukung oleh perangkat lunak gratis dan bebas digunakan, dan cocok bagi pengembang perangkat lunak.

Selain itu, Linux dapat berjalan di komputer atau laptop yang sudah lama. Saya pribadi menggunakan laptop Acer 4739 (atau sejenis) dengan Linux Fedora sebagai sistem operasinya.

Mengapa memilih Linux Fedora dan tidak menggunakan distro Linux lain seperti Ubuntu atau Debian? Ini bisa menjadi pilihan pribadi dari pengguna, misalnya karena lebih nyaman dengan tampilan atau fitur yang ditawarkan oleh Fedora.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top